Senin, 20 April 2009

Para Pemenang Sayembara Hidangan Favorit Mediterania

Pengumuman Pemenang Sayembara Buku Hidangan Favorit Ala Mediternia.

Terima kasih bagi seluruh peserta yang telah bersusah payah menscan tanda bukti pembelian buku dan mengirimnya melalui email. Terima kasih juga bagi peserta yang ikut sayembara ini tanpa mengirim scan bukti pembelian.

Berdasarkan kesungguhan peserta mengikuti sayembara yang berlangsung sejak 15 Pebruari 2009 hingga 20 April 2009, maka dengan ini saya mengumumkan bahwa pemenang yang beruntung mendapat hadiah adalah:

1. Cecep NK dari milis detik-food
Jl. Dr Makaliwe II nomor ….
Jakarta 11450

2. Elfiati Haryono dari milis Bangomania

3. Dr Dito dari milis Penulis Lepas


Pemenang hiburan: Honesty Rasyid dari milis Natural Cooking Club.


Hadiah pertama adalah buku 500 Soup recipe dan kaos diberikan kepada Sdr. Cecep NK. Pemenang hadiah kedua dan hiburan akan mendapatkan satu kaos dari Yunani.

Bagi para pemenang mohon segera menghubungi saya untuk alamat pengiriman hadiah dan ukuran kaos serta warna yang diinginkan.

Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Salam sehat dan bahagia.

Jumat, 13 Februari 2009

SAYEMBARA BERHADIAH

SAYEMBARA BUKU HIDANGAN FAVORIT ALA MEDITERANIA & LOVE and SHOCK
Para Pecinta Buku di seluruh Indonesia

Siapa yang ingin kaos dari Yunani?
Siapa yang ingin punya buku keren resep masakan?

Ikutilah sayembara buku Hidangan Favorit ala Mediterania & buku Love and Shock
Caranya:
1. Kirim bukti pembelian buku (scan) Hidangan Favorit ala Mediterania
atau buku Perkawinan Antarbangsa Love and Shock edisi terbaru 2009. Bukti pembelian setelah tanggal 15 Pebruari 2009

2. Sebutkan nama resep (buku Hidangan Favorit Ala Mediterania)dari Spanyol yang memakai bahan utama telur rebus.

3. Sayembara ditutup 20 April 2009

4. Hadiah bagi 3 pemenang masing-masing berupa kaos dari Yunani (bisa memilih design Acropolis dll) dan hadiah utama bagi pemenang pertama sebuah buku 500 Soup Recipes (Bridget Jones) seharga 18,90 Euro. Tebal buku 256 halaman (30x20cm)

5. Semua jawaban dikirim ke email tatia41@gmail.com
Pengumuman pemenang akan diumumkan pada tanggal 21 April 2009.
Selamat mengikuti Sayembara!

Senin, 26 Januari 2009

Penulis : Hartati Nurwijaya
Jumlah Halaman : 104 hlm
Penerbit : Hikmah
Harga : Rp 49500.00
ISBN : 978-979-114-236-6





“Resep-resep ini harus dicoba sendiri. Lezat dan bermanfaat! This book is a must in every household!”

-Jajang C. Noer, Artis, sutradara, pemerhati masyarakat

"Sebagai penyuka masakan Perancis Selatan, Itali, Turki, dan Yunani, buku masakan Mediterania selalu menjadi buku masak favorit saya. Senang sekali ada buku masak Mediterania dalam bahasa Indonesia. Thanks mbak Tati, buku ini pasti berguna, apalagi bahan-bahannya pun tidak sulit diperoleh disini."

Andang Gunawan;
Penulis buku FOOD COMBINING Pola Makan untuk Langsing & Sehat http://www.foodcombiningways.com/




Berdasarkan hasil penelitian WHO terhadap 13.000 orang usia 40-59 tahun di beberapa negara selama 10 tahun, ditemukan bahwa masyarakat Mediterania memiliki tingkat kematian terendah akibat penyakit kanker dan jantung koroner. Hal tersebut berkat makanan yang mereka konsumsi secara turun-temurun. Resep mediterania yang telah diterapkan selama ribuan tahun ini tidak menuntut Anda untuk berpantang makan, melainkan hanya membiasakan cara hidup alami.



Dengan bahan resep yang mudah didapat, Anda bisa dengan mudah mempraktikkannya sendiri di rumah.



50 hidangan lezat dari 5 negara Mediterania, yaitu Yunani, Italia, Turki, Prancis, dan Spanyol siap tersaji untuk Anda. Lengkap dengan tips sehat khas Mediterania. Variasikan setiap hari, Anda pun tetap sehat dan... awet muda!

Senin, 05 Januari 2009

Perjalanan di Surabaya

Perjalanan Promosi Buku Hidangan Favorit ala Mediterania di Surabaya



Berangkat ke Gambir lebih awal di Kamis petang dari Kebun Jeruk saya merasa santai saja. Jadwal KA ke Surabaya dari Gambir jam 20.00 WIB. Jam 17.00 WIB saya sudah tiba di Gambir. Mendapati Mas Iqbal Santosa sudah tiba di Gambir juga.
Gia dari Digibook belum juga nongol. Di sms ternyata sedang dalam perjalanan. Akhirnya bertemu Gia dan Mas Iqbal di kantin tempat saya membeli jus mangga.

Berbeda dengan KA yang saya naiki ke Yogya. KA ke Surabaya yang saya naiki tampak kurang terjaga kebersihannya. Walau pun kami duduk di kelas executive. Baru beberapa menit duduk, sudah dihidangkan nasi goreng dan teh manis. Saya sulit memakannya dan teh manis tidak dapat saya minum. Karena saya pergi menjenguk ke gerbong restoran yang berjarak satu gerbong saja dengan tempat duduk kami. Saya duduk bersebelahan dengan Gia. Sedang Mas Iqbal berada di gerbong lain.

Baru melangkah melewati besi pemisah antar gerbong yang gonjang-ganjing. Saya sudah mencium bau tak sedap dari WC. Saya melihat jejeran jiregen plastik yang warnanya sudah buram dan terlihat kotor. Jirigen itu tampaknya bekas diisi air teh. Kemudian saya melongok kembali dan melihat tukang masak restoran sedang mendengkur di lantai disisinya ada kotak kosong roti dari bakery. Lantai restoran tampak hitam dan kotor. Jajaran alat masak, piring, panci, gelas dan perlatan lainnya di dapur kotor dan berserakan. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana nasi goreng yang dihidangkan oleh pramugari-ra di KA tadi tampak rapi. Tetapi asalnya dari gerbong restoran yang sangat kotor tadi.

Sampai di stasiun Pasar Turi hari masih pagi. Sekitar jam 6.00 WIB. Sejak di dalam KA, Pak Andreas Adi manager Toga Mas Surabaya sudah sms-an dengan saya. Kereta tiba agak lambat dari jadwal semestinya. Lambat satu jam. Turun di stasiun langsung menuju ke pintu keluar bagian belakang. Wajah Pak Andreas belum juga tampak. Saya mendapat panggilan telepon genggam, ternyata Pak Andreas sudah menunggu sejak tadi di ruang tunggu dekat loket. Kami menuju kea rah ruang tunggu dan ternyata Pak Andreas sudah berjalan mencari kami. Akhirnya kami memutuskan menunggu hingga beliau datang ke lokasi kami. Agar tidak cari-carian lagi.

Pak Andreas tinggi, agak gembul, senyuman pasta giginya ramah. Benar-benar sangat bersahabat dan kami cepat akrab. Logat Jawa Timurannya terdengar kental walau kami berbahasa Indonesia. Bersalaman dan saling memperkenalkan diri. Kami dibawa menuju ke mobil Kijang tahun 80-an miliknya. Terasa lega seteah duduk lama di kereta api yang semak.

Kami ditanya hendak sarapan apa Jumat pagi itu. Langsung saya jawab spontan “Pak Andreas tolong bawa kami ke tempat soto paling enak di Surabaya.”
“Soto apa Mbak? Soto daging apa soto ayam?”
“Tolong ke soto ayam saja,” jawab saya mengingat saya harus hati-hati menkonsumsi daging akibat jantung saya sudah pakai device amplatzar.
Dari penampilan tekstur tubuh Pak Andreas saya sudah mengira bahwa beliau pasti senang makan. Dan ternyata dugaan saya benar. Beliau menerangkan bahwa dia suka sekali menjelajah ke tempat makanan yang lezat di Surabaya.

21 Nopember 2008, Jumat pagi itu adalah saat pertama dalam hidup saya menginjakkan kaki di ibukota Jawa Timur. Seumur hidup saya belum pernah ke Surabaya. Walau pun zaman saya masih kerja di Litbang Perum Pegadaian sering ke daerah untuk meneliti kinerja kantor cabang. Saya pernah ke Ujung Pandang, Sumatra dan kota di Jawa Tengah. Jawa Timur belum pernah.

Dari stasiun Pasar Turi, kami dibawa menjelajah Surabaya. Saya melihat Surabaya hamper mirip Yogyakarta. Mirip jika dilihat dari jalan rayanya yang sempit dan banyak tanaman hijau di setiap sudut kota. Berhenti di sebuah warung (lebih tepat warung ya sebab kalau restaurant tempatnya kurang luas). Soto yang diminati oleh Pak Andreas saat itu dipilih Soto Gubeng Pojok di Jalan Kusuma Bangsa 30. Kuah soto dimasak dalam panci aluminium besar. Disisi panci daging dan telur rebus. Dengan senang hati penjualnya bersedia difoto.

Dalam warung soto tersebut ternyata ada Encik yang menjual minuman dan beberapa jenis makanan ringan. Saya memilih ketan srikaya dan minuman saya pesan air sari kacang hijau. Terasa lezat sekali soto daging dengan irisan jeruk nipis. Air sari kacang hijau yang hangat juga terasa sangat sedap ditenggorakan dan lidah. Walau pun cita-cita ingin makan soto ayam belum kesampaian. Saya merasa nyaman telah menikmati soto gubeng.

Cek in di Hotel adalah jam 12.00 WIB keatas, maka untuk menanti waktu itu kami sempatkan berkunjung ke MP Book Point (Mizan) di Surabaya. Mas Iqbal bertemu manager Mizan di Surabaya. Dan Mas Iqbal memutuskan untuk sholat Jumat bersama dengannya. Saya dan Gia diajak Pak Andreas ke gerai Toga Mas di Mal.

Jam sudah hampir 12 siang. Saya meminta agar dibawa ke penjual gado-gado yang enak. Pak Andreas yang memang senang wisata kuliner. Mengajak kami ke warung gado-gado Kupang Jaya Cak Dar.

Warungnya hanya memakai tenda dan tempat duduk hanya dua baris saja. Namun pembeli yang antri sangat ramai. Tak lama memesan sepiring gado-gado dengan ketupat dihidangkan. Hmmm rasanya… benar sangat lezaaat. Saya merasa gado-gado ini yang paling lezat yang pernah saya nikmat. Sudah acap saya makan gado-gado Padang, Betawi dsbnya. Cuma gado-gado Cak Dar ini terasa beda di kuah saus kacangnya. Entah apa rahasianya, saya tidak sempat tanya. Ingin tambah rasanya. Cuma malu juga.. h ehe heee

Petang harinya acara book signing diadakan di Toko Buku Diskon Toga Mas Diponegoro. Letak gerai Toga Mas yang baru ini dekat dengan lambang kota Surabaya. Patung buaya dan ikan. Sayang saya belum sempat berfoto didekat lambang kota itu.

Selesai book signing kembali wisata kuliner makan malam. Kali ini tujuan ke rawon. Saya lupa nama tempatnya, yang saya ingat bukan rawon setan. Sebab menurut penuturan Pak Andreas rawon ini lebih lezaat daripada rawon setan. Warung rawon ini menurut penuturan, konon tempenya pernah dipesan oleh SBY. Karena sudah kecapekan saya hanya semangat memfoto hidangan rawonnya, tahu dan tempenya.

Kembali ke Novotel, beribadah dan sempat menonton tv dulu. Tak lama saya sudah terlelap akibat keenakan menikmati hidangan dua jenis soto dan gado-gado yang unik.

Pagi hari sarapan di hotel. Makanan beraneka ragam. Serba ada. Dari mulai bubur kacang hijau, mie ayam, bubur sum-sum, pecal, sosis, donat, hingga buah zaitun pun ada. Sangat banyak minuman dan makanan melimpah ruah disaat breakfast di hotel.

Siang hari acara demo masak diadakan di gedung perpustakaan kota. Berbagai umbul-umbul buku Hidangan Favorit ala Mediterania dipasang di depan gedung dan dalam ruangan. Terasa waah! Bahkan Ibu Walikota juga diundang.

Demo masak tiga macam hidangan yang saya tulis di buku. Ada Frittata, salad Yunani dan spaghetti. Undangan yang hadir cukup banyak. Semua bangku dipenuhi para Ibu anggota PKK. Ditambah lagi hiburan musik dang-dut yang diringi organ milik perpustakaan, membuat acara ini cukup heboh.

Buku juga dijual oleh Toga Mas di tempat acara dengan diskon 25% hanya pada hari itu saja. Pak Andreas telah sangat berjasa membantu acara di Surabaya ini. Bukan hanya mengenalkan saya pada kelezatan hidangan disana, juga memberi bantuan akomodasi selama menginap di Novotel.

Megara, 5 Januari 2009

Minggu, 21 Desember 2008

Perjalanan Roadshow Buku Jakarta dan Yogya


Peluncuran awal buku Hidangan Favorit ala Mediterania di Blizt Megaplex Jakarta pada tanggal 8 Nopember 2008. Acaranya cukup heboh, sebab seluruh pembicara hadir dan undangan juga hadir. saya memakai baju tradisonal asal Megara Yunani. Naju yang biasa dipakai oleh para wanita asal kota Megara pada musim semi dan baju ketika mereka menari dan menikah.

Contoh hidangan yang bisa dicicipi oleh para hadirin di Blizt adalah Lemon cake resep dari Perancis dan Greek Salad. Cukup mudah mendapatkan keju feta di Jakarta. Aapalagi di Blizt yang berada satu gedung dalam mal Grand Indonesia. Saya tinggal turun ke supermarketnya belanja keju feta dan sayuran. walau harga keju cukup mahal dibanding harga keju feta di tempat asalnya Yunani.

Launching di Blizt Jakarta ini cukup marak. Dihadiri oleh banyak wartawan surat kabar dan majalah. Bahkan saya baru mengetahui hasil liputan para adik-adik jurnalis setelah pulang ke Yunani. Sata ucapkan terima kasih atas waktu dan perhatian para jurnalis yang telah meliput event kami ini.

Setelah di Blizt, acara peluncuran tanggal 9 Nopember dilakukan di Toko Buku Toga Mas Depok dalam mal DETOS (Depok Town Square). Kalini hidangan yang saya demokan cara pembuatannya adalah Salad asal Turki yang terbuat dari kol dan wortel. Tidak banyak pengunjung yang datang pada hari itu.

Acara selanjutnya kami melakukan promosi buku di Yogyakarta. Janjian bertemu Novikasari editor Hobi dan Kesehatan Hikmah Publisher di stasiun Gambir Jakarta. Kami berangkat ke Yogyakarta pada hari Jumat sore tanggal 14 Nopember. Diikuti oleh Gia dari bagian IT Digibookgallery sponsor utama acara roadshow buku ini. Sampai di Yogya, waktu masih subuh. Kami dijemput oleh ananda Fadli yang sedang menyelesaikan kuliahnya di Universitas Negeri Yogya.

Kami naik taxi menuju rumah keluarga ayah saya di daerah Taman Siswo. Kedatangan saya yang tiba-tiba tanpa pemberitahuan cukup membuat gembira Ettek rahimah dan Uni Tini. Kamar besar langsung disedikan untuk kami.

Belum sempat istirahat kami harus siap-siap menuju lokasi acara di Toko Buku Toga Mas yang terletak dalam mal Galeria di Jalan Solo. Sabtu 15 Nopember 2008, hujan turun dan pengunjung yang hadir tidak banyak. Alhamdulillah teman tercinta seorang wartawan senior dari harian Kedaulatan Rakyat menyempatkan diri hadir. Jeng Prabandari dan dua temannya hadir. Acara kami pun diliput oleh KR.

Malam harinya, kami bertiga ke alun-alun lor. Aapalagi kalau bukan Bakmi Pak Pele yang berlokasi di pojokan sebelahan dengan SD Keputren. Tepat di depan pagar Istana.
Pak Pele sudah tidak tampak, anak-anaknya yang membuat mie dan meyajikannya ke pembeli. Kami memesan wedang jahe, bakmi nyemek buat saya. Gia memesan mie goreng dan Novikasari memesan nasi goreng. Usai makan di Pak Pele, kami berjalan menyusuri alun-alun Lor malam minggu. Alun-alun penuh dengan motor remaja yang sedang berpacaran. Akibat perut sudah kenyang, saya hanya sempat memfoto galundeng, tahu pong dan tempe goreng. Sempat juga kami diikuti oleh calon copet. Namun berkat kehati-hatian, kami luput dari incaran para jambret. Pulang ke Taman Siswo naik becak dari depan kantor pis besar.


Keesokan harinya, masih dalam guyuran hujan di Yogyakarta. Kami melakukan peluncuran buku di Toga Mas Gejayan. Sempat kesasar naik Taxi dari Taman Siswo ke Gejayan. Untunglah tidak jauh nyasarnya. Di toko buku ini pengunjungnya lebih banyak dan sangat antusias sekali. Terutama ketika saya demo membuat resep Fruta me Meli (buah dan madu). Pengunjung berebutan mencicipi hidangan dalam mangkuk besar.
Sempat bertemu penulis Mas Mulyadi yang bersedia hadir di bawah guyuran hujan. Saking repotnya, kacamata baca tertinggal di dalam musholla kecil yang terletak di sebelah pojok toko.

Senin, 13 Oktober 2008

Jadwal Talk Show

Undangan
Sabtu, 8 Nopember 2008
Blitzmegaplex,lantai 8, MH Thamrin no.1 Jakarta Pusat


Kepada yth. Blogger


Dengan mengucapkan puji Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang,
Kami akan menyelenggarakan Talk Show Menguak Rahasia Bangsa Mediterania: Resep Sehat dan Awet Muda dalam rangka peluncuran Buku Hidangan Favorit ala Mediterania,
yang akan diselenggarakan pada:

Hari; Sabtu, 8 Nopember 2008
Waktu: 13.30 – 17.30 WIB
Tempat: Blitz Megaplex Grand Indonesia, lantai 8, MH Thamrin –Jakarta Pusat


Pembicara :


• Edit Sumedi (Sekjen DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia)
• Andang Gunawan (Pelopor Foodcombining)
• Kintan Umari (Mantan Model)


Merupakan suatu kehormatan bagi kami jika Bapak/Ibu/Saudara/Saudari, dapat hadir dan meluangkan waktu datang berdiskusi dan berdialog dengan kami.


Hormat dan Salam kami:

Hartati Nurwijaya (Penulis)
HIkmah Mizan (Penerbit)



Undangan Gratis & banyak Door Prize bagi hadirin!



Jakarta
Place : Blizt Megaplex Café (Thamrin Grand Indonesia Mall)
Date : Saturday, 8 November 2008
Time : 13.30 – 17.30

Place : Toko Buku Toga Mas DEPOK
Date : Sunday, 9 November 2008
Time : 16.00 – 18.00


Bandung
Place : Toko Buku Toga Mas
Date : Sunday, 23 November 2008
Time : 15.00 – 17.00



Yogyakarta
Place : Toko Buku Toga Mas
Date : Saturday and Sunday, 15-16 November 2008
Time : 14.00 – 19.00

Surabaya
Place : Perpustakaan Pusat Kota
Date : Friday,21 November 2008

Place : Toko Buku Toga Mas
Date : Saturday, 22 November 2008
Time : 14.00 – 16.00

Sabtu, 27 September 2008

Mau Awet Muda dan Panjang Umur?

Buku ini menguak rahasia awet muda dan panjang umur bangsa-bangsa yang hidup di wilayah seputar laut Mediterania. Buku yang menyuguhkan 50 resep dari lima negara. Seni Kuliner dari Yunani, Turki, Italia, Spanyol dan Perancis Selatan.


Menu Mediterania semakin populer ketika dipresentasikan oleh Dr. Walter Willett dari Harvard University's School of Public Health pada pertengahan tahun 1990. Profesor Ancel Keys dari Universitas Minnesota, Amerika Serikat memulai penelitiannya di Roma dan negara lain sebagai ketua WHO tahun 1950. Dia meneliti tentang perbandingan jenis makanan yang ada di Finlandia, Italia, Yunani, Jepang, Belanda, Amerika Serikat, dan Yugoslavia. Hasil penelitian yang dilakukan selama 10 tahun tersebut menunjukkan bahwa penduduk di Jepang dan kawasan Mediterania mempunyai kasus penyakit jantung koroner terendah dibandingkan penduduk Amerika Serikat dan Belanda.

Penelitian juga menyimpulkan bahwa kebiasaan mengonsumsi jenis makanan tertentu dan aktivitas fisik sehari-hari (para petani yang bekerja di pertaniannya) berperan penting dalam jumlah kasus penyakit jantung yang rendah di wilayah Mediterania.

Masyarakat Mediterania secara teratur mengonsumsi buah segar, sayuran, kacang-kacangan, beras, pasta, biji-bijian, dan terutama minyak zaitun. Selain antioksidan yang baik, minyak zaitun kaya akan lemak tak jenuh dan dapat membantu menyeimbangkan kolesterol. Minyak zaitun murni. Menurut Walter Willet, M.D., Kepala Bagian Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat di Harvard, tak seperti lemak jenuh lainnya, minyak zaitun memiliki kolesterol jahat yang rendah dan memiliki banyak kolesterol yang baik. Minyak zaitun juga memiliki kalori. Satu sendok makan sehari memberikan manfaat yang berarti buat mereka yang melakukan diet.

Hasil penelitian Profesor Ancel Keys semakin diperkuat dengan Penelitian Jantung Lyon, yang dilakukan di Prancis tahun 1980-an. Jenis makanan masyarakat Mediterania mampu mencegah dan melindungi jantung dari penyakit. Hasil penelitian yang sama juga didapatkan ketika meneliti menu makanan Italia.

Semua penelitian bermuara pada kesimpulan bahwa masakan Mediterania mampu mengurangi risiko serangan jantung koroner dan beberapa jenis kanker. Selain dapat mencegah penyakit osteoporosis (kerapuhan tulang), masakan Mediterania mencegah terjadi kegemukan, arthritis, dan penyakit kronis lainnya.

Makanan sehat ala Mediterania bisa meningkatkan kualitas hidup seseorang secara keseluruhan dengan cara membantu menurunkan berat badan dan menjaganya agar tetap stabil. Struktur masyarakat Mediterania terdiri atas orang tua yang berusia lanjut hingga menjangkau usia di atas 80 tahun, bahkan lebih dari 90 tahun. Yang berusia 50-an dan 60-an tahun terlihat awet muda